Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika

Sejarah singkat Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika, yang lebih dikenal dengan nama, BRMP Buah Tropika. Berdiri pada tahun 1984, dengan nama Balai Penelitian Hortikultura, atau Balithor. Sejak awal berdiri hingga sekarang, mengalami beberapa kali pergantian nama. Dari tahun 1984 sampai 1994, bernama Balai Penelitian Hortikultura, kemudian dari tahun 1994 sampai tahun 2006, bernama Balai Penelitian Tanaman Buah, atau Balitbu, selanjutnya dari tahun 2006 sampai tahun 2023, bernama Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, atau Balitbu Tropika, tahun 2023 sampai tahun 2025, bertranformasi menjadi Lembaga standardisasi, dengan nama, Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika. Kemudian pada tahun 2025 bertansformasi lagi menjadi Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika.

Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Balai ini dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

Balai ini memiliki tugas melaksanakan kegiatan perakitan, pengujian, dan modernisasi teknologi pertanian, khususnya pada komoditas tanaman buah tropika. Fungsi utamanya mencakup penyusunan rencana, perekayasaan dan perakitan teknologi, produksi benih sumber, pengujian mutu, penyusunan standar, serta pendayagunaan hasil inovasi.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas tersebut, balai ini didukung oleh lima laboratorium, yaitu

1.    Laboratorium Pemuliaan dan Kultur Jaringan

2.    Laboratorium Kimia dan Pasca Panen

3.    Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman

4.    Laboratorium Molekuler dan Uji Mutu

5.    Laboratorium Produksi Benih Kultur Jaringan.

Selain itu, balai juga memiliki sejumlah kebun percobaan yang tersebar di berbagai wilayah, antara lain

1.    KP Aripan dan KP Sumani di Sumatera Barat

2.    KP Subang di Jawa Barat,

3.    KP Pandean, Kraton, dan Cukurgondang di Jawa Timur.

Dengan fasilitas tersebut, balai ini menjadi pusat pengembangan inovasi hortikultura khususnya pada tanaman buah tropika untuk mendukung visi dan misi Kementerian Pertanian RI.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Desain Agro Modern mengandung makna yang mendalam dan simbolisme yang jelas untuk menggambarkan visi dan misi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

  • Bentuk daun segi empat yang menghadap ke atas melambangkan pertumbuhan, keberlanjutan, dan kemajuan yang terus menerus dalam dunia pertanian. Daun sebagai simbol alam, merujuk pada ekosistem pertanian yang subur dan berkembang. Bentuk segi empat mencerminkan dasar yang kokoh dan sistematis dalam pencapaian tujuan pertanian modern.
  • Huruf BRMP yang terbentuk dari grafis menegaskan peran Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam merencanakan dan mengembangkan berbagai sektor pertanian. Ini menggambarkan fungsi BRMP dalam mengawasi dan memperkuat keempat komoditas utama pertanian Indonesia: Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, dan Hortikultura. Setiap komponen yang terintegrasi dalam desain ini juga mencerminkan koordinasi dan sinergi yang kuat antar sektor-sektor tersebut.
  • Warna hijau yang dominan dalam desain ini, melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Hijau juga mencerminkan harapan untuk masa depan pertanian yang semakin maju dan sejahtera, serta ekosistem pertanian yang seimbang dan ramah lingkungan.
  • Penggunaan warna emas memiliki simbolisme yang kuat dalam mencapai Pertanian Indonesia Emas 2045. Emas menggambarkan visi jangka panjang untuk mencapai swasembada pangan yang maju, mandiri, dan modern. Warna ini juga mengandung makna prestasi, kemakmuran, dan kemajuan yang ingin dicapai oleh BRMP dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera di sektor pertanian.
  • Kalimat "AGRO MODERN" dengan warna biru tua memberikan kesan stabilitas, profesionalisme, dan kepercayaan. Biru tua sebagai warna yang elegan dan kuat menghubungkan desain dengan aspek teknologi dan modernisasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
  • Penggunaan font Gotham Black menegaskan kekuatan dan keandalan dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam melaksanakan tugasnya. Font yang bold dan modern ini menekankan keseriusan lembaga dalam menjalankan visi misinya.

    Secara keseluruhan, logo ini mencerminkan komitmen BRMP untuk mengawal kemajuan pertanian Indonesia menuju swasembada pangan yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Desain yang menggabungkan elemen-elemen alam dan teknologi ini melambangkan harmonisasi antara kemajuan zaman dan keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi dasar kemakmuran bangsa.

'