Sinergi BRMP Buah Tropika & BRMP Jateng Tingkatkan Kapasitas Kelompok Tani Pisang di Brebes
Brebes, 14–15 Oktober 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam pengelolaan kebun pisang, BRMP Buah Tropika dan BRMP Jawa Tengah bersama menjalin sinergi melalui kegiatan evaluasi demoplot dan pelatihan budidaya pisang di Kabupaten Brebes.
Pada Selasa, 14 Oktober 2025, bertempat di Balai Desa Kalibuntu, Kecamatan Losari, BRMP Jawa Tengah mengadakan kegiatan evaluasi demoplot pisang yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes yang diwakili oleh Kabid Hortikultura, Tanti Palupi, SP, M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Jawa Tengah, Dr. Suharsono, SPt, M.Si., menyampaikan bahwa demoplot pisang Raja Nangka menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan produksi buah yang jauh melebihi kebun eksisting. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan dunia usaha untuk memperluas pemasaran dan pengembangan pisang unggulan tersebut.
Hasil evaluasi kegiatan disampaikan oleh Selvia Dewi Anomsari, SP dari BRMP Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa demoplot pisang Raja Nangka memberikan hasil yang baik, sementara demoplot pisang Kepok Tanjung mengalami kendala akibat serangan penyakit layu. Menindaklanjuti hal tersebut, BRMP Jawa Tengah menggandeng BRMP Buah Tropika dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Yosi Zendra Joni, SP, M.Si., PhD, yang membawakan materi tentang budidaya pisang, dan Deni Emilda, S.Si., M.Sc., yang membahas pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) pisang.
Kelompok tani pelaksana turut memberikan testimoni positif atas pelaksanaan demoplot di kebun mereka. Mereka mengaku puas dengan pertumbuhan tanaman, namun mengharapkan penanganan yang lebih tepat terhadap tanaman yang terserang penyakit layu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapang untuk meninjau langsung kondisi demoplot. Dari hasil pengamatan, demoplot pisang Raja Nangka menunjukkan kondisi yang baik dengan sebagian besar tanaman telah memasuki fase generatif, sedangkan pada demoplot pisang Kepok Tanjung telah dilakukan eradikasi terhadap tanaman yang terserang penyakit layu. Tim dari BRMP Buah Tropika juga menemukan beberapa pohon pisang Raja Nangka yang terinfeksi penyakit layu fusarium dan memberikan saran agar segera dilakukan langkah pencegahan untuk menghindari penularan lebih lanjut.
Kegiatan berlanjut pada Rabu, 15 Oktober 2025, dimana tim BRMP Buah Tropika kembali berperan sebagai narasumber pelatihan budidaya dan pengendalian hama penyakit tanaman pisang yang diselenggarakan oleh BRMP Jawa Tengah di Desa Babakan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Pelatihan ini diikuti oleh Gapoktan, Kelompok Tani, dan Kelompok Wanita Tani dari empat desa, yakni Babakan, Rungkang, Negla, dan Losari Kidul.
Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam mendukung keberhasilan kegiatan pertanian di lapangan. Pada kesempatan tersebut, Yosi Zendra Joni, SP, M.Si., PhD, selaku Katimker LPH BRMP Buah Tropika, menyampaikan materi mengenai budidaya pisang, sementara Deni Emilda, S.Si., M.Sc. memberikan materi tentang pengelolaan hama dan penyakit tanaman pisang.
Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis, dengan banyak pertanyaan serta tukar informasi dari para peserta seputar masalah budidaya pisang yang mereka hadapi. Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas kelompok tani pelaksana kegiatan ICARE dapat meningkat, sehingga mampu menunjang keberhasilan pengelolaan kebun pisang yang berkelanjutan di Kabupaten Brebes.