Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, BRMP Hadir pada Workshop APEC di Peru
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, BRMP Hadir pada Workshop APEC di Peru
Sebagai salah satu negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), Indonesia turut aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiaatan yang diselenggarakan APEC. Salah satu kegiatan APEC yang telah berlangsung adalah Workshop on Promoting Disaster Resilience to Enhance Food Security in APEC Economies. Kegiatan yang berlangsung di Lima, Peru pada 23-24 September 2026 diikuti oleh Indonesia, China Taipe, Filipina, Korea Selatan, Malaysia, Peru, Thailand, Vietnam dan mitra-mitra APEC. BRMP hadir pada kegiatan ini sebagai delegasi Indonesia dengan mengutus Kepala BRMP Buah Tropika Adha Fatmah Siregar, M.Si., M.Sc., Ph.D sebagai expert speaker dan Kepala Balai Besar BRMP Nusa Tenggara Timur Dr. Novalisa Tresye Ester Lumentut, S.P., M.Sc.
Workshop yang mengusung tema Promoting Disaster Resilience to Enhance Food Security ini sangat relevan dimana dampak bencana alam yang kian meningkat membuat petani kecil di banyak ekonomi APEC semakin rentan terhadap berbagai risiko. Kapasitas adaptasi yang terbatas, akses yang minim terhadap sumber daya keuangan dan teknologi, serta kerusakan infrastruktur pertanian mengancam mata pencaharian dan ketahanan pangan mereka di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Memperkuat ketangguhan petani kecil, mendorong stabilitas ekonomi, dan mendukung pembangunan perdesaan merupakan hal yang krusial bagi pertumbuhan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
Kegiatan workshop pada hari pertama diisi oleh para expert speaker dan dari Indonesia menyampaikan terkait Technology, Innovation dan Early Warning System. Pada kesempatan ini Adha menyampaikan teknologi inovasi Siap Tanam sebagai salah satu sistem informasi yang sangat bermanfaat dalam memberikan informasi yang akurat dalam penguatan ketahanan pertanian dalam menghadapi bencana. Tindakan perlindungan lainnya yang telah dilaksanakan yaitu program asuransi pertanian yang melindungi petani jika terjadi gagal panen akibat bencana dan kondisi lainnya. Selain itu,disampaikan juga terkait peran, regulasi, dan program pemerintah yang telah dilaksanakan diantaranya perbaikan irigasi, bantuan saprodi serta rehabilitasi sawah untuk memperkuat petani yang terdampak bencana sehingga dapat kembali melakukan aktivitas pertanian.
Rangkaian acara workshop pada hari kedua diisi dengan kunjungan lapang ke National Emergency Operations Center (COEN). Pada kunjungan ini, seluruh peserta mendapatkan gambaran umum mengenai peran COEN dalam memantau situasi darurat, mengoordinasikan respons bencana, serta memfasilitasi pertukaran informasi dan pengambilan keputusan di antara lembaga-lembaga terkait. Lokasi kunjungan lapang berikutnya adalah Monitoring and Control Center of the Ministry of Agrarian Development and Irrigation of Peru (MIDAGRI), dimana peserta workshop mendapatkan informasi bagaimana MIDAGRI memanfaatkan informasi satelit, teknologi geospasial, dan data pertanian untuk memantau risiko terkait iklim, mendukung pengambilan keputusan di bidang pertanian, serta memperkuat ketahanan terhadap bencana di sektor pertanian.
Kegiatan workshop yang berlangsung selama dua hari ini memperkuat kolaborasi para anggota APEC beserta mitra dalam menghadapi ancaman nyata bencana alam dan anomali cuaca ekstrem di kawasan Asia-Pasifik, fokus pada pengembangan sistem peringatan dini kebencanaan, modernisasi infrastruktur pertanian tangguh bencana, serta pemanfaatan varietas benih unggul yang adaptif terhadap banjir maupun kekeringan parah. Melalui partisipasi aktifnya, Indonesia menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem pangan yang responsif, cepat pulih, dan kokoh dalam melindungi petani dari dampak bencana hidrometeorologi. (AFS)
Pertanian Modern, Petani Sejahtera