Kepala BRMP Buah Tropika Tinjau Kesiapan Program OPLAH di Tanah Datar
Kepala BRMP Buah Tropika Tinjau Kesiapan Program OPLAH di Tanah Datar
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 458/Kpts/PW.020/M/06/2025, Kepala Balai BRMP Tanaman Buah Tropika ditunjuk sebagai Penanggung Jawab wilayah Kabupaten Tanah Datar dalam mendukung program nasional swasembada pangan.
Dalam rangka menjalankan mandat tersebut, Kepala BRMP Tanaman Buah Tropika, Yunimar, S.Si., M.Si., bersama Tim Satgas melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Tanah Datar. Kunjungan dilaksanakan pada 24 Juli 2025 dan disambut oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) serta Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Bapak Wel Embra, S.P.
Dalam pertemuan tersebut, Bapak Wel Embra menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, khususnya dalam pelaksanaan dan pencapaian target program Optimalisasi Lahan (OPLAH) non-rawa di Kabupaten Tanah Datar.
Selanjutnya, Tim Satgas Pangan BRMP Tanaman Buah Tropika yang didampingi oleh Kepala Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh, Bapak Febri Hasskovendo, S.T.P., M.T., serta PPL Etika Annisa, melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Kunjungan dilakukan ke Kelompok Tani penerima bantuan OPLAH, yaitu Kelompok Tani Jalendo dan Milenial Sakato di Nagari Gurun.
Untuk kegiatan OPLAH telah selesai Survei Investigasi dan Desain (SID) baik untuk usulan tahap I maupun tahap II. Saat ini, mereka tinggal menunggu alokasi dana dan pelaksanaan kegiatan fisik.
Kelompok penerima bantuan OPLAH dipilih karena memiliki permasalahan irigasi, seperti aliran air dari irigasi non-permanen yang tidak berfungsi selama musim kemarau. Beberapa sawah juga berada di lokasi lebih tinggi dari sumber air, sehingga memerlukan saluran irigasi untuk menaikkan aliran air. Panjang saluran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 1,2 km untuk mengairi seluruh lahan seluas 50 ha milik kelompok tani tersebut.
Kondisi serupa juga ditemukan di Nagari Saruaso, lokasi kelompok penerima bantuan OPLAH lainnya, yaitu Kelompok Tani Sawah Kojai dan Sawah Darek. Dalam tiga bulan terakhir, kedua kelompok mengalami kekeringan ekstrem tanpa akses air. Ketua Kelompok Tani Sawah Kojai, Bapak Junaidi, menyebutkan bahwa total luas lahan terdampak mencapai 50 ha.
Mereka berharap program OPLAH dapat segera terealisasi agar lahan-lahan sawah yang terdampak kekeringan dapat segera diolah kembali dan mendukung upaya percepatan tanam di musim kemarau.
#PertanianBerkelanjutan
#BuahTropikaUnggul
#BRMPUntukBangsa
#MandiriPangan
#brmpkementan
#kementerianpertanian